Ini Cara Membedakan Aset Tangible & Non Tangible di Bisnis

Ini Cara Membedakan Aset Tangible & Non Tangible di Bisnis

Read Time:1 Minute, 44 Second

Jakarta, CNBC Indonesia – Fenomena pemutusan hubungan kerja atau PHK massal telah terjadi di berbagai perusahaan digital Tanah Air sejak tahun 2022 hingga saat ini. Banyaknya peristiwa PHK di dunia digital menunjukkan bahwa stabilitas perusahaan masih belum cukup.

Di sinilah pemasaran memiliki peran penting untuk profitabilitas, dan pada akhirnya memberikan kontribusi untuk mencapai perusahaan yang lebih sehat. Bagaimana Memasarkan Produk Tangible vs Intangible sendiri merupakan tantangan dari dunia pemasaran yang terus berkembang secara dinamis. Diskusi ini melibatkan praktisi pemasaran lintas industri untuk produk berwujud dan tidak berwujud. Kemudian tinjau bagaimana mengelola produk dan layanan dapat berkontribusi positif bagi kesehatan perusahaan.

“Saya percaya bahwa pemasaran memiliki peran penting dalam keberlangsungan perusahaan. Tidak hanya sebagai pelengkap, namun justru menjadi salah satu tulang punggung perusahaan untuk dapat berperan aktif dalam menjaga kesehatan perusahaan,” ujar Glenn Karela, CPM, praktisi dan pemerhati pemasaran, digital dan bisnis.

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN KONTEN

Produk Berwujud vs Tidak Berwujud

Dalam memasarkan produk tangible dan intangible, praktisi pemasaran memiliki tantangan tersendiri. Namun, ada benang merah.
“Pada akhirnya, yang kami pasarkan adalah produk dan layanan, yang harus sesuai dengan brand promise yang kami sampaikan, baik produk itu tangible maupun intangible,” ujar Ferry Haryanto, Marketing Director Garuda Food.

Terkait tantangan masing-masing, Vina Oktavia, Head of Digital Marketing Allianz mengatakan produk Intangible umumnya berupa layanan, dan bukan produk fisik yang bisa dilihat dan disentuh. Sehingga lebih sulit untuk dipasarkan.

“Intangibles harus memiliki nilai yang lebih dirasakan oleh konsumen, dan tentunya after sales service yang prima,” ujarnya
BINUS International dan MEC berharap untuk Pemasar

Melalui sharing ilmu pemasaran kali ini, MEC berharap dapat memperkuat posisinya sebagai wadah kerjasama antar pemasar di Indonesia.
Berbagai lini industri, apapun latar belakangnya, perlu meningkatkan praktik pemasarannya agar dapat memberikan kontribusi positif bagi kesehatan perusahaan. Melalui jejaring melalui komunitas, MEC percaya bahwa setiap orang dapat saling menginspirasi untuk memajukan dunia pemasaran di Indonesia.

BINUS International sebagai kampus yang menjunjung tinggi semangat memberdayakan dan membina mahasiswanya memiliki sentimen yang sama.
Melalui sesi sharing knowledge pemasaran ini diharapkan dapat menjadi wadah berjejaring sekaligus sarana berbagi ilmu dan pengalaman bagi seluruh kalangan profesional.

[Gambas:Video CNBC]

(ayy/ayy)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Jasa Urus Media Sosial Pas Buat Budget UMKM, Yuk Intip Previous post Jasa Urus Media Sosial Pas Buat Budget UMKM, Yuk Intip
OnePlus 12 details surface, to feature new main camera sensor, better telephoto Next post OnePlus 12 details surface, to feature new main camera sensor, better telephoto